THE REVITALIZATION OF ULTIMUM REMEDIUM IN THE REFORM OF INDONESIA’S CRIMINAL JUSTICE SYSTEM
DOI:
https://doi.org/10.61397/ays.v4i1.549Keywords:
Last resort principle, Sentencing system, Restorative justiceAbstract
This study examines the revitalization of the principle of ultimum remedium in the reform of Indonesia’s criminal justice system, which reflects a paradigm shift from a retributive approach to restorative, corrective, and rehabilitative approaches, as embodied in Law No. 1 of 2023 on the National Criminal Code. The issue examined is the deviation in the application of the ultimum remedium principle, which in practice has shifted to primum remedium, resulting in criminal law often being used as the primary means of punishment. This situation fuels overcriminalization and increases the burden on correctional institutions. This study employs a normative legal method using legislative, conceptual, and historical approaches through qualitative analysis of primary and secondary legal sources. The results of the study indicate that although the National Criminal Code has strengthened alternative sentencing and restorative justice, the application of the principle of ultimum remedium remains hindered by the legal culture of law enforcement officials, the broad scope of discretion, and inconsistencies in law enforcement practices. Revitalizing the principle of ultimum remedium is necessary so that criminal law truly serves as a last resort in resolving cases, thereby creating a penal system that is proportional, humane, and oriented toward substantive justice and the protection of human rights.
Downloads
References
Abdullah, O. S., Rahmawati, M., & Ilwafa, R. (2024). Orientasi implementasi pidana kerja sosial sebagai alternatif pidana non-pemenjaraan dalam KUHP 2023.
Anggraeniko, L. S. (2020). Analisis asas ultimum remedium studi keadilan dan konsekuensi paksa dalam pengaturan perpajakan. Khazanah Hukum, 2(3), 121–130. https://doi.org/10.15575/kh.v2i3.8521
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2024). Mengurai permasalahan overcrowded di lapas/rutan. Kementerian Hukum dan HAM RI. https://www.ditjenpas.go.id/mengurai-permasalahan-overcrowded-di-lapasrutan
DPR RI. (2025). Adang Daradjatun soroti kesiapan aparat penegak hukum menyongsong KUHP dan KUHAP baru. JDIH DPR RI. https://jdih.dpr.go.id/berita/detail/id/62158/t/Adang+Daradjatun+Soroti+Kesiapan+Aparat+Penegak+Hukum+Menyongsong+KUHP+dan+KUHAP+Baru+
Firdaus, A., & Koswara, I. Y. (2024). Pembaharuan hukum pidana di Indonesia: Analisis tentang pidana pengawasan dan asas keseimbangan. Lex Renaissance, 19(1).
Firmanto, T., Sufiarina, S., Reumi, F., & Saleh, I. N. S. (2024). Metodologi penelitian hukum: Panduan komprehensif penulisan ilmiah bidang hukum. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Geotimes. (2026, January 21). Kriminalisasi praktik santet dalam KUHP baru. https://geotimes.id/opini/kriminalisasi-praktik-santet-dalam-kuhp-baru/
Hukumonline. (2026a, January 20). 3 tantangan besar implementasi KUHP-KUHAP baru, adaptasi aparat sampai pengujian konstitusional ke MK. https://www.hukumonline.com/berita/a/3-tantangan-besar-implementasi-kuhp-kuhap-baru--adaptasi-aparat-sampai-pengujian-konstitusional-ke-mk-lt696ee593a4bed/
Hukumonline. (2026b, May 6). Pasal 613 KUHP jadi kunci, penegak hukum diminta utamakan sanksi administratif. https://www.hukumonline.com/berita/a/pasal-613-kuhp-jadi-kunci--penegak-hukum-diminta-utamakan-sanksi-administratif-lt69faa346c2066/
Ibrahim, J. (2012). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.
Ishwara, A. S. S. (2023). Reformasi hukum pidana: Suatu kajian yuridis terhadap pembuktian tindak pidana santet dalam KUHP baru. Iblam Law Review, 3(3).
Jamilah, A., & Disemadi, H. S. (2020). Pidana kerja sosial: Kebijakan penanggulangan overcrowding penjara. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 8(1), 26. https://doi.org/10.29303/ius.v8i1.726
Jurnal FH UMI. (2025). Bayang-bayang santet di balik jeruji besi. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/download/2375/938/6823
Latuharhary, K. (2021). Overcrowding rutan/lapas, sumber pelanggaran HAM. Komnas HAM. https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2021/9/28/1916/overcrowding-rutan-lapas-sumber-pelanggaran-ham.html
Luthfia, F. (2024). Pergeseran konsep pemidanaan pasca pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dan dampaknya pada penegakan hukum korupsi. Recidive, 13(2), 156.
Marlina. (2013). Konsep diversi dan restorative justice dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak [Makalah]. Workshop Restorative Justice dalam Perspektif UU Sistem Peradilan Anak dan Kearifan Lokal Masyarakat Nias, Gunungsitoli.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana Prenada Media Group.
Mushaddiq, A., & Tarmizi, T. (2024). Tinjauan yuridis terhadap pidana kerja sosial sebagai alternatif pidana penjara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana, 8(1), 80–88.
Nasution, M. I., Ali, M., & Lubis, F. (2024). Pembaruan sistem pemidanaan di Indonesia: Kajian literatur atas KUHP baru. Judge: Jurnal Hukum, 5(1), 16–23.
Novian, R., Ranadireksa, A., & Institute for Criminal Justice Reform. (2018). Strategi menangani overcrowding di Indonesia: Penyebab, dampak, dan penyelesaiannya. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) & United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Nugraha, R. S., Rohaedi, E., Kusnadi, N., & Abid, A. (2025). The transformation of Indonesia's criminal law system: Comprehensive comparison between the old and new penal codes. Reformasi Hukum, 29(1), 1–21. https://doi.org/10.46257/jrh.v29i1.1169
Ogala, T., & Viqria, A. A. (2026). Penerapan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan dalam praktik peradilan pidana. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum.
Republic of Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
Republic of Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Republic of Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2001). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.
Tomayahu, D., Yahya, N. P. I., & Moonti, R. M. (2025). Tinjauan kriminologis terhadap faktor penyebab overkriminalisasi di Indonesia dalam perspektif reformasi hukum. Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 2(2), 155–167. https://doi.org/10.62383/terang.v2i2.1027
Wicaksana, V. W., & Januarsyah, M. P. Z. (2025). Kebijakan pembaruan hukum pidana tentang pidana kerja sosial dalam KUHP Nasional: Perspektif tujuan pemidanaan. Jurnal USM Law Review, 8(2), 709–728. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11092
Yoserwan. (2019). Doktrin ultimum remedium dalam hukum pidana Indonesia (implementasinya dalam hukum pidana ekonomi). Andalas University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fajar Rachmad Dwi Miarsa, Hermawan Hermawan, Ophie Virginia, Nonaqu Beautyla Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






